Tuesday, 9 December 2014

Shanghai - Hangzhou - Beijing - Guangzhou



#Latepost... Tanggal 23 Oktober-2 November 2014 lalu kami berkesempatan ke Negeri Tirai Bambu.Travelling kali ini kami cuma berdua,ada rasa deg2an juga ke negeri orang berdua saja.Tapi memang kami pergi dengan persiapan matang.Banyak googling di internet dan membeli buku tentang backpacker ke cina yang ternyata sangat membantu sekali di lapangan.

Banyak website dan blog yang menyatakan ke Cina ribet,susah untuk beli tiket subwaynya bahkan mengatakan toilet umumnya juga kotor.Tapi alhamdulillah selama disana,kami tak banyak mengalami kendala berarti.Untuk pembelian tiket kereta dalam kota Shanghai atau Beijing sudah canggih sekali memakai mesin dan yang penting ada petunjuk bahasa inggrisnya.Untuk loket tiket antar kota,dari Shanghai-Beijing ataupun Beijing-Guangzhou tersedia loket untuk turis yang petugasnya bisa berbahasa inggris.Walaupun juga bahasa inggrisnya ala kadarnya yang penting saling mengerti,hehee.Kebanyakan juga kami memakai bahasa tubuh selama disana.Stasiun keretanya yang besar di Shanghai dan Beijing juga jelas petunjuk arahnya/dalam bahasa inggris selain bahasa kanji tentunya.

Jakarta - Shanghai
Bertolak dari Bandara Soetta menuju KL untuk transit via Air Asia.Tiket kami dapat hampir setahun sebelumnya disaat promo Rp.1.500.000.Bandaranya walau katanya bandara untuk pesawat budget minimalis tapi jauh keren bingitz dari bandara kita disini.Di KL kami transit skitar 4 jam,Sampai di Shanghai tengah malam,kami tak berani langsung ke hotel,setelah pagi menjelang baru kami naik taxi ke hotel disekitar Bund / Jinjiang Hotel.Hari pertama di Shanghai ( Tgl 24 Okt'14 ) kami isi dengan jalan-jalan sekitar hotel.Lokasinya memang nyaman dan bersih,banyak bangunan ala eropa diseputaran hotel dan lokasi ini memang khusus pejalan kaki ( kendaraan bermotor dilarang masuk )
Keesokan harinya baru kami menuju Yuyuan Garden dan lusanya ke Hangzhou ( West Lake ).Transportasi yang kami pakai menuju dua tempat itu dengan kereta.Jarak Shanghai-Hangzhou sekitar 1 jam naik kereta.Dari stasiun Hangzhou menuju West Lake kami naik bis.

Shanghai - Beijing
Setelah 3 hari di Shanghai,kami bertolak ke Beijing dengan kereta cepat.Setelah 5 jam di kereta sampai juga di Beijing.Kami menginap di Days Inn yang lokasinya tak jauh dari Forbidden City.Keesokan harinya ( Tgl 28 Okt'14 ) kami menuju Great Wall via bis.Setelah dari Great Wall,kami menuju Birdnest n Cube.Di Beijing ini kami juga selalu memakai sarana transportasi kereta dan bis.Kamipun sempat berfoto didepan gedung yang akan dipakai peserta APEC yang dihadiri Jokowi beberapa hari setelah kami pulang.
Tgl 29 Okt'14 kami berkunjung ke Temple of Heaven,Forbidden City dan Wangfujin.
@Yuyuan Garden


Kemilau The Bund saat malam

Kamar hotel @ Shanghai

@ Stasiun kereta Shanghai

Bangunan ala Eropa disekitar hotel @ Shanghai

Pearl River @ Guangzhou

Temple of Heaven @ Beijing


@ Great Wall

@ Birdnest Beijing

@ Kereta Peluru menuju Beijing

Tiket Kereta Shanghai - Beijing

Tiket kereta ke Hangzhou

Beijing - Guangzhou
Sama seperti di Shanghai,setelah 3 hari di Beijing kami bertolak ke Guangzhou.Hasrat hati ingin shopping baju dan tas KW ehh malah tak mendapatkan yang diinginkan.Setelah 21 jam diatas kereta bertempat tidur itu,akhirnya sampai juga di Guangzhou ( Tgl 31 Okt'14 ).Kami menginap di Lido Hotel yang tak jauh dari Pearl River.

Untuk shopping memang Guangzhou ini fasilitasnya luar biasa.Tempat perbelanjaannya tidak kira-kira banyaknya.Mungkin karena kurang waktu dan tak jelas pastinya tempat penjualan tas KW,kami tak beroleh apa-apa.Ingin beli baju saja yang tersedia banyak baju untuk musim dingin.

Cat :
**Karena kami ke Cina saat menjelang musim dingin,udara sejuk banget enak untuk berjalan-jalan.Udara di Beijing lebih dingin daripada Shanghai.Bahkan di Guangzhou malah udaranya seperti di Jakarta.Dan yang pasti tarif hotel juga agak naik harganya.

**Siapkan pakaian hangat  ( jaket/mantel ),longjhon,kaos kaki,masker serta sarung tangan kalau ingin berkunjung jelang musim dingin ini

**Kalau ingin menjelajah Great Wall bisa naik sliding race ( PP 80 yuan ) atau cable car,tiketnya diluar tiket masuk Great Wall.Menuju Great Wall ini,kami naik subway lalu dilanjut ke terminal bis dengan naik bis khusus menuju Great Wall

**Hati-hati dengan becak di pintu keluar Forbidden City.Kami hampir dijebak dengan harga seenaknya/pemerasan.adu mulut tak terelakkan.Akhirnya si tukang becak kami tinggal dengan hanya menambah 2 yuan.Tadinya di awal meminta 3 yuan.Setelah turun malah minta 30 yuan

**Keluar Forbidden City kita bisa naik bis di halte dekat pintu keluar,kalau tak salah nomor bisnya  2 akan mengantarkan kita ke posisi masuk semula atau turun di halte west wangfujin

**Jangan khawatir ke Cina,khususnya Shanghai,Beijing dan Guangzhou.Petunjuk jelas di stasiun-stasiunnya dalam bahasa inggris.Dan yang pasti tetap waspada selalu

**Karena pengalaman ke Thailand yang susah mencari makanan halalnya,makanya perjalanan ke cina ini kami membawa travel cooker untuk masak nasi dan makanan matang yang awet beberapa minggu seperti teri kacang,rendang dan dendeng kering.Untuk buah-buahan pengganti sayur kami belanja di toko dekat hotel.Buah-buahannya manis dan segar seperti jambu dan jeruk 

**Referensi buku panduan yang kami baca ; Backpacking Beijing Shanghai Hangzhou ditulis Silvia Widjaja dan 3 Juta Keliling China Utara ditulis Rahma Yulianti

Great Wall

Baiyunport Guangzhou

Bund Shanghai

Shanghai


di depan hotel tempat kami menginap di Shanghai

West Lake Hangzhou

Hotel tempat kami menginap di Beijing @ Days Inn

Mejeng di depan gedung penyelenggaraan APEC


==Seperti diceritakan Inel kepada penulis ^_^

Menjelajahi Sisa Kerajaan Majapahit




#Latepost... Ada kenangan tersisa saat masih menetap di Jawa Timur.Banyak memang tempat2 wisata alam ataupun sejarah di propinsi ini yang menarik hati.Sayang keberadaan saya disini cuma sesaat.Namun hasrat hati kekepoan akan situs peninggalan kerajaan Majapahit terobati sudah.Akhirnya saya bisa juga menginjakkan kaki di Trowulan Mojokerto

Berkat jasa GPS akhirnya perjalanan dari Sidoarjo menuju Trowulan berjalan lancar,skitar 1.5 jam kamipun sampai juga di tujuan.Sebelum menuju jalan kecil tempat museum dan waduk / kolam besar berada,dari jalan besar menuju Jombang itu kita akan melewati gapura besar bingitz.Itulah gapura bekas Majapahit.Gapuranya masih berdiri kokoh,gapuranya saja sudah memperlihatkan hebatnya kerajaan ini dimasanya.Bulu kuduk rasa berdiri saat memasuki situs ini.Apalagi saat guide di museum menjelaskan detil2 artefak n peninggalan kerajaan.Rasa kagum kita punya kerajaan yang maha megah n begitu disegani negara tetangga.Entah kapan kita bisa berjaya seperti ini lagi.
Di museum

Walau tak semua situs bisa saya datangi,karena keterbatasan waktu dan situsnya yang letaknya berpencar-pencar,hari itu saya hanya bisa melihat waduk/kolam bekas pengairan kerajaan yang terletak tak jauh dari museum dan candi Bajang Ratu.Tak seperti candi-candi pada umumnya,candi disini dari susunan batu berwarna coklat.Gapura besarnya ( yang disebutkan diatas tadi ) juga berwarna coklat.
Candi Bajang Ratu

ini bekas pemukiman wkt jaman kerajaan,rata2 terbuat dari batu.karena kerajaan ini skitar abad 12 akhir sampai abad 17




Skitar Trowulan sebenarnya ada patung Budha tidur seperti di Bangkok,yang katanya patung kedua terbesar setelah di Bangkok.Sayang malam kan menjelang,kamipun balik ke Sidoarjo sambil membayangkan Majapahit dahulu kala.


Puding Roti Tape Singkong




Bahan ;...
8 lembar roti tawar,buang pinggirannya, 1 cup susu putih cair tawar, 7 sdm gula, 3sdm terigu, 3 sdm mentega yg dilelehkan, 1 sdt vanilla bubuk, 3 butir telur n tape secukupnya / 1 potong besar
Taburan; kacang almond or meses u/ puding roti kukus dan keju u/ puding roti dioven

Cara membuat :
sobek2 roti tawar,rendam dgn susu,sisihkan.kocok telur n gula sampai putih,masukkan terigu,lalu mentega cair n vanilla.masukkan campuran roti,tape singkong n susu kedlm adonan.campurkan kacang tuangkan adonan ke loyang or pinggan tahan panas yg sdh diolesi mentega.beri taburan keju parut or meises
**kl yg dikukus slama 35menit,lapisi bagian atas kukusan dgn serbet sblm ditutup
**kl yg dioven panggang suhu 180'C slama skitar 40 menit atau terlihat kecoklatan
 

Thursday, 9 January 2014

Bromo ( 9-10 November'13 )




Bromo salah satu impian saya selama menetap di Jawa Timur.Ingin sekali melihat langsung panoramanya yang memikat,yang selama ini saya hanya bisa lihat di kalender atau di google.

Kali ini perjalanan menyusuri Bromo dimulai dari Sidoarjo.Jelang tengah hari kami mulai perjalanan ini,melewati Pasuruan sampai Probolinggo.Menuju Cemoro Lawang perjalanan mulai menanjak dan berliku.kami dengan mobil pribadi,sampai Yoschi Hostel menempuh 3 jam an dari Sidoarjo.Kamar Yoschi yang berdinding bilik cukup berisik saat malam.Pinginnya menginap di Lava View Lodge yang viewnya menghadap langsung ke Bromo,tapi harganya itu loh hheehe....Namanya juga mencari yang pas di kantong.

kamar yoschi hostel


pemandangan di depan yoschi hostel


pemandangan skitar cemoro lawang

indahnya sunrise






Di Yoschi ini ada beberapa tipe kamar,yang kami ambil 1 kamar dengan kamar mandi diluar
( Rp.200.000) dan 1 kamar dengan kamar mandi didalam bisa muat 3 orang (Rp.300.000),sayangnya kamar mandinya tidak ada air panasnya...bbbrr,boro-boro mau mandi,buat wudhu aja airnya dingin banget.Menurut referensi beberapa blog,makanan di Yoschi ada yang enak.Tapi saya sore itu menyusuri Bromo ke dekat pintu gerbangnya,ada banyak warung disana.Ada satu penjual sate ayam yang cukup laris manis sore itu selain penjual bakso,pastinya itu yang hangat2 laris di Bromo.Baju hangat,kupluk,sarung tangan,masker,kacamata item kudu dibawa buat berpetualang.Bukan hanya bwat narsis saja tapi hujan debu pasir setelah berada di Bromo akan menutupi seluruh baju sampai ke kepala.Anginnya itu yang ga kuku...^_^ ..Hal lucu tentang tukang bakso ini,yang pagi-pagi subuh ikutan ke Pananjakan ditempat menunggu sunrise.Benar-benar salut buat abang tukang bakso,ngegas habis-habisan pasti perjuangan berat demi sesuap nasi mencapai Pananjakan dengan motornya,ckckkk...

Setelah survey mendadak sharing jeep hardtop untuk ke Pananjakan dan Bromo,akhirnya diputuskan pesan jeep dari hostel saja.Rp.125.000 / orang.Karena kami tak cukup 6 orang,kalau sewa satu jeep sekitar Rp.500.000,kalau ditambah ke bukit teletubbies dan pasir berbisik Rp.650.000.Pernah baca katanya ada ojek juga,tapi sedari sore mencari-cari tak bertemu tuch tukang ojek.


Jam 3 dibangunin sama orang hostel untuk siap-siap ke Pananjakan,walaah ternyata ga musim liburan saja menuju Pananjakan ramainya minta ampun,macet...Sampai Pananjakan,sudah mulai tampak semburat kuning muncul...waaaw indahnya,ga nyangka bisa sampai kesini dan menyaksikan keindahanMu Ya Allah...Subhanallah.Lalu lanjut ke Bromo dan naik kuda sampai dekat tangga kawahnya.Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan.Pulangnya kami via Tongas,lebih cepat sampai Sidoarjo.ga nyampai 3 jam.Alhamdulillah...

Friday, 22 November 2013

Menyusuri Lombok





oleh-oleh lombok

mejeng di bakau Gili Trawangan

Menyusuri Lombok ( 17-20 Nov'13 )


Perjalanan yang "mendadak lombok" karena trip ini tak pernah direncanakan sebelumnya.Tiba-tiba terlintas ke Lombok,lalu berselang waktu 2 minggu menyusun jadwal acara disana,pesan tiket dan booking hotel via agoda.com.
Akhirnya berangkatlah kami bertiga,ibu2 gaul abizz...
di kamar cottages Coconut Dream Gili Trawangan
Karena beda kota,saya di Sidoarjo dan 2 teman di Jakarta,kami janjian di bandara Lombok Praya dengan pesawat di jam keberangkatan yg sama pk.5.00 pagi.Saya dengan citilink dan 2 teman dari Jakarta dengan Lionair.Tau aja dech yg namanya Lion suka delay,ga kira2 delaynya 4 jam,saya akhirnya terpaksa nunggu 2 teman ini di bandara Lombok.berangkat pagi2 dibayangkan betapa berat n ngantuknya.Karena harus mengejar kapal ke Gili Trawangan.

Hari 1--Bandara LOP menuju Gili Trawangan
sate sapi,cumi dan udang di Art Market Gili Trawangan
Setelah browsing2 katanya kapal terakhir berangkat dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan sekitar jam 4-5 sore.Jadi karena 2 rekan saya baru sampai di bandara LOP pk.12.30,daripada nunggu2 damri bandara dan pastinya lebih lama,kami putuskan rental mobil yang sebelumnya kami dapat di internet.Perjalanan dari Bandara LOP menuju pelabuhan Bangsal sekitar 2 jam.Tapi pemandangannya cukup menyegarkan mata.Menurut pak azhar,driver rental...ada 2 jalur dari bandara ke bangsal.bisa via senggigi,tp memakan waktu lebih lama atau via hutan pusuk tapi lbh cepat sampai.akhirnya kami lewat hutan pusuk,diperjalanan lancar dan sepi,melewati hutan pusuk bnyk monyet2 dipinggiran jalan.Memasuki kawasan bangsal biasanya banyak cidomo yg menunggu di gerbang,ternyata kali ini avanza kami bisa masuk sampai pelabuhan,lumayan juga kalau disuruh jalan kaki dari pintu masuk sampai pelabuhan,skitar 1 km.Apalagi dengan gembolan seberat ini.
pantai pink
Tak berapa lama menunggu akhirnya kapal berangkat,skitar perjalanan 20 menit sudah tiba di dermaga Gili Trawangan.Karena sudah memesan kamar/cottages di Coconut Dream di website agoda.com.jadi kami langsung menuju penginapan,yang ternyata tak begitu jauh dari dermaga,skitar 200m.Permalamnya Rp.500.000 plus extrabed Rp.50.000.Cukup kerenlah ukuran di pulau.Sorenya kami bersepeda santai ke tempat menunggu sunset,ternyata sunsetnya tak muncul karena cuaca mendung.
Sewa sepeda di hotel Rp.30,000 sampai esok pagi kami check out.
Makan malam kami lewatkan di Art Market/Pasar Seni depan dermaga.Kami mencoba sate sapi,cumi dan udang 3 buah Rp.50.000 tapi lumayan besar2 potongannya.Ditambah ikan kakap merah kecil dan teh hangat.Plus kami beli kue2 untuk pengganjal perut keesokan harinya total malam itu dihabiskan Rp.200.000 untuk 3 orng,tak terlalu mahal juga karena lumayan kenyang dan itu berikut jus buah juga loh
Kalau bercerita soal Gili Trawangan detilnya tak usah dijelaskan yaa,dah banyak blog yg bercerita.Pokoknya Gili itu indah,bule2nya juga cakep2 dan mayoritas memang pulau ini berisi bule.mungkin cuma beberapa yg wisatawan lokalnya.Kalau mau keramaian yaa ke Gili Trawangan,full music sampai pagi.

Hari 2---Gili Trawangan--Pelabuhan Bangsal--Malimbu--Senggigi--Mataram--Pura Mayura
pink ga yaaa...
Di hari ini pagi stelah subuh kami bersepeda lg mengelilingi pulau,GT masih sepi sunyi senyap karena para bule2nya masih tertidur pulas hehee...serasa kami saja pemilik pulau ini,sambil menunggu matahari terbit lalu baring2an di pantai dan saat siang menjelang bersiap berkemas kembali ke Bangsal.Dari Bangsal naik cidomo Rp.15.000 lalu ada Express Taxi yg lewat,nama drivernya Wahyudi.Orang bali yg nikah dengan wanita Lombok.Dulu namanya Wayan,sekarang dia mualaf katanya.Dua hari ini kami menemukan supir yang baik dan ramah.Menuju Senggigi kami melewati Malimbu.Terlihat spot jelas tiga gili yang nampak dikejauhan.Gili Trawangan,Gili Meno dan Gili Air.
miris melihat anak2 ini jauh berjalan kaki ke sekolah.cemunguudz yaa...perjalanan menuju pantai pink
Waktu di Sidoarjo,saya memantau penginapan The Beach Club yang posisinya menghadap pantai Senggigi dan ada kamar backpackernya skitar Rp.280.000 via internet.Ternyata didatangi langsung mereka bilang full,kalau via internet katanya masih bisa.eehmmm,koq gitu yaa...akhirnya kami beralih ke Hotel Transit yang lumayan juga Rp.350.000 plus extrabed Rp.75.000.Ya sutralah,bagaimana lg.Daripada pusing cari2 penginapan lain.Dengan driver taxi Wahyudi tadi kami meneruskan makan ayam taliwang di Ayam Taliwang Irama Mataram.Katanya Taliwang Irama ini pelopor ayam taliwang yang pertama.Lalu dilanjutkan lagi dengan hunting kaos,tempelan kulkas,gantungan kunci di Fortuna Agung.Lalu menyempatkan foto2 di Pura Mayura.Balik ke Senggigi lagi menunggu sunset,ternyata juga tak menampakkan dirinya,dilanjut dengan hujan deras akhirnya ke kamar aja dan makan malam kami naik taxi lagi tak jauh dari Art Market ada tenda Cak Suroboyo.Menu malam ini capcay,tahu tempe sajahh...Syukurnya taxi di Lombok ini mau dibayar jarak dekat skitar Rp.6000-7000.Soalnya mengharap angkot disini jarang2 sekali.Di Matarampun jarang tampak angkotnya.Dan setelah makan,kami mampir di Bayan Handicraft tak jauh dari tenda tempat kami makan,aduuh terasa gondok harga gantungan kunci di Fortuna Agung 6 buah Rp.120.000 disini cuma Rp.80.000.Lalu tempelan kulkas disana juga murah2 dan bervariasi modelnya tak seperti di FA.ehhm,salah browsing tempat beli oleh-oleh nich.Malam di Senggigi terasa berbeda 180' dengan Gili Trawangan yang hingar bingar.Senggigi sepi malah cahaya penerangan jalannya juga redup dan beberapa ruas jalan malah tak ada lampu jalannya.Kalau memang ingin menyepi mending disini ^_^

Hari 3---Senggigi---Pura Batu Bolong--Pantai Pink---Desa Sade---Pantai Kuta---Tanjung Aan
Pagi2 kami menyusuri pantai Senggigi menuju Pura Batu Bolong yang cuma sejangkauan kaki jaraknya dari penginapan.Hari ini sudah janjian dengan Mas Sahlan,rental yang saya dapat dari blog.Ternyata memang ramah,baik dan sabar orangnya.Kami ingin ke Pantai Pink yang jauh dan jalanannya rusak dia tak keberatan.Sungguh melelahkan memang kesana menempuh 3 jam perjalanan.Kata Sahlan,kami melewati 4 kabupaten di Lombok sekaligus.Mulai dari Senggigi di Lombok Utara,lewat Praya di Lombok Tengah sampai ke Lombok Selatan dan Timur.sayangnya pas sampai Pantai Pink,warna pasirnya tak terlalu pink karena sudah siang.Menurut orang2 disana warnanya terlihat jelas di pagi dan sore hari disaat matahari tak terlalu terik lagi.Disana juga kami melihat ada bekas goa tahanan jaman Jepang,makanya dulu sebelum bernama Pantai Pink namanya Pantai Tangsi.
Setelah dari Pantai PInk kami menuju Desa Sade,sebelumnya mampir makan dan sholat dulu,siang ini menikmati nasi campur dan bebalung.Ternyata Bebalung itu sama dengan sup daging.
Dari sana menuju Desa Sade,masuk desa ini membayar seikhlasnya dan juga ke guidenya.Teman saya membeli kain tenun ( taplak meja dan sajadah ) Rp.200.000.Dibanding tenunan dijual di Fortuna ya pastinya bagusan disini dunk...
Setelah dari Desa Sade menuju Pantai KUta,wahh ini yg menyebalkan anak2 yang berjualan pada mengejar-ngejar terus tak henti2,bawelnya...jadi sebel juga melihat mereka.Syukurnya ke Tanjung Aan bisa bebas lepas dari yang berjualan.Pasir di Tanjung Aan mirip dengan di Pantai KUta seperti merica.Tapi Tanjung Aan ada 2 pasir yang berbeda di pantainya,ada yang pasir putih halus dan ada yang seperti merica.Subhanallah ciptaanMu ya Allah...
Malam ini balik ke Mataram,makan malam di jalan Udayana.Menu malam ini Sate Bulayak.Lalu diteruskan ke toko oleh-oleh membeli manisan dan dodol rumput laut serta jaje tarek yang maknyus ( terbuat dari tepung beras dengan toping gula aren ).Kata sang driver Sahlan,jaje tarek ini makanan khas Lombok yang disajikan kalau ada acara-acara adat atau pas lebaran.
Malam ini menginap di Lombok GuestHouse di jalan Pariwisata,tempatnya nyaman.ada AC,shower air panas/dingin permalam Rp.180.000 plus extrabed Rp.50.000.

Hari 4---Mataram---Taman Narmada--Bandara
Hari ini tetap dengan sang driver Sahlan.Mengantar keliling Mataram lalu ke Taman Narmada dan berakhir di Bandara LOP...
Petualangan selesai hikkss


Secara keseluruhan liburan kali ini menyenangkan,tempat2 yang dikunjungi indah-indah tak kalah dengan Phuket di Thailand ataupun Bali.Cuma yaa fasilitas transportasi/angkutan umumnya sangat jarang sekali.Akses menuju tempat2 wisatanya seperti Pantai Pink,Tanjung Aan sebagian masih rusak jalanannya.
Liburan kali ini menghabiskan dana Rp.2.000.000.Mungkin kalau tak menginap di hotel yang mahalan yaa biaya bisa ditekan lg,ditambah selama disana rental mobil dan naik taxi terus...

Citilink pp Srby-LOP             : 774.000
Rental mobil perhari full day    : 500.000
Taxi Senggigi-Mataram pp         ; 240.000
rental mobil Mataram_narmada_LOP : 200.000
sisanya untuk makan,penginapan dan oleh2...

Referensi :
Driver rental mobil yang baik,ramah dan bersahabat Sahlan,081239189499/081915960599
driver taxi express yang baik,ramah,mau nungguin kemana2 sampai argo dimatikan Wahyudi 081915948041
mau beli gantungan kunci,tempelan kulkas,kerajinan lombok yang murah di Bayan lombok handicraft.jln raya senggigi km 8...harganya jauh lebih murah daripada Fortuna Agung
Pusat oleh-oleh Manisan,Dodol di Phoenix,bisa juga ditempat lainnya.Waktu itu saya membeli di "Alam Perdana" karena Phoenix sudah tutup sore



di kapal dari Gili Trawangan menuju Bangsal

tempat pembelian tiket di Bangsal

cidomo di Bangsal


Ayam Taliwang Irama

Babelung....segeeer
sate bulayak

taman narmada

selain ayam taliwang irama,ini satu lg ayam taliwang pelopor di lombok


Jaje Tarek / Kue Tarek yang maknyusss



Tuesday, 22 October 2013

Nglencer di Sidoarjo



Tak terasa sudah 7 bulan saya berdomisili disini,dari April 2013.Kota yang tenang tak seramai Depok yang macetnya dimana-mana.Permulaan yang cukup memusingkan mulai perbedaan makanan,cara dan prilaku sekitar juga keterbatasan mulai pilihan baju,belanja kebutuhan sehari-hari yang tentu saja lebih lengkap di Depok,Jabar.Dinikmati saja...begitupun kalau disini jarang turun hujan,panas eee pppolll

Sidoarjo ngetopnya tentu saja lumpur Lapindonya.tapi syukurnya itu lumpur jauh dari pusat kota/perbatasan dengan Pasuruan.Di Sidoarjo masih bisa melihat sawah,tambak ikan,kebon tebu dan anak-anak sekolah yg mengayuh sepeda,serasa di pedesaan...

Kota Sidoarjo sepertinya baru berkembang sebagai lahan perumahan baru,setelah Surabaya sudah cukup padat.Orang-orang lari ke pinggiran Surabaya seperti Sidoarjo dan Gresik.Mall baru seperti Sun City dan Plaza Lippo aka Sitos kabarnya baru beberapa tahun ini berdiri.Begitupun bioskopnya tak ada,syukurnya saya tak maniak nonton bioskop.Sekarang sudah ada NSC-New Star Cineplex tapi kabarnya kursinya jauh dari nyaman...ehmm,koq nanggung amat yaa bikin bioskop? Apa itu jadinya malming di Sidoarjo lebih rame yang nongkrong n lesehan sepanjang area GOR Delta dan jalan Perumahan Taman Pinang ? Kalau Sidoarjo panas membara seperti ini,memang wajar juga orang-orang sukanya nongkrong dan JJM alias jalan2 malam sajahh...

>>> Angkringan depan alun-alun sidoarjo